Beranda > Informasi >
BAKTI GELAR FORUM DISKUSI MAHASISWA DI TARAKAN

Admin 26 Apr 2018 11:10

TARAKAN (25 April 2018), Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bekerjasama dengan MNC SINDO News menggelar Forum Diskusi dengan Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Infrastruktur BAKTI Dhia Anugrah F sebagai narasumber.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program Ekspedisi Tepi Negeri di Kalimanatan Utara, BAKTI untuk Negeri yang bertujuan untuk membangun daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) serta daerah perbatasan. Kalimantan Utara menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan, mengingat letaknya yang berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga masuk dalam wilayah kerja BAKTI.

Adapun kegiatan tersebut, telah dimulai sejak 23 April lalu dengan melakukan Reportase di lokasi BTS (Base Transceiver Station) terluar di Pulau Sebatik, yang dilanjutkan dengan reportase di Desa Boardband Balsiku dan kemudian ke Tarakan menyelenggarakan forum diskusi dengan mahasiswa. Dhia Anugrah menuturkan, adanya forum diskusi tersebut sangat tepat sasaran mengingat mahasiswa adalah kaum intelektual dan terpelajar yang harus melek teknologi di masa digitalisasi ini. “Kami sangat mengapresiasi para mahasiswa yang cukup antusias mengikuti kegiatan diskusi, bahkan ada yang turut mengemukakan keingintahuannya terhadap hasil kerja BAKTI yang telah berlangsung sampai saat ini. Walaupun adapula yang menganggap era digitalisasi ini, penggunaan internet tidak selalu memberikan nilai yang positif,“ terang Odie sapaan akrabnya.

Meskipun demikian, lanjut Odie, dirinya cukup bangga dengan umpan balik yang dirasakan oleh mahasiswa tersebut sebagai perwakilan dari masyarakat Kalimantan Utara setelah pembangunan yang dilakukan BAKTI disana, dan menjadi pekerjaan rumah bagi BAKTI untuk mengelola infrastrukturnya dengan baik agar bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kalimantan Utara.

Sebagai bagian dari Satuan Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), BAKTI bertugas untuk menyediakan layanan telekomunikasi dasar hingga layanan internet di wilayah tertinggal dan perbatasan. Hal ini sesuai dengan Nawacita ketiga yaitu memperkuat negara dengan melakukan pembangunan dari desa dan daerah pinggiran Indonesia. Pembangunan ini sebagai bukti kerja nyata pemerintah untuk menjaga kedaulatan negara dengan menghadirkan sinyal sebagai identitas negeri.

Selanjutnya, kegiatan Ekspedisi Tepi Negeri akan menjangkau delapan daerah perbatasan dari Sabang sampai Merauke. Pada Oktober 2018, kegiatan ini akan dirilis menjadi sebuah buku dengan judul Ekspedisi Tepi Negeri. (KEY)


PENGUMUMAN TERBARU




Berita Terkini




Siaran Pers




Laporan Tahunan